Sahroni DPR Harap Polri Bisa Belajar dari Damkar

Jakarta Seorang ibu rumah tangga di Kota Bekasi, mengadu ke petugas pemadam kebakaran (damkar) setelah laporannya terkait kasus kekerasan INITOGEL dalam rumah tangga (KDRT) yang dialaminya tak kunjung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memandang, kejadian ini menjadi alarm serius bagi seluruh jajaran di lapangan. Mengingat, instruksi Kapolri sudah jelas untuk usut tuntas seluruh laporan, terutama kekerasan dan pelecehan.

“Instruksi Pak Kapolri itu kan sudah sangat jelas: polisi harus responsif tangani aduan, apalagi dalam kasus KDRT yang menyangkut keselamatan korban,”kata dia dalam keterangannya, Kamis (26/5/2025).

“Jadi saya tegaskan, seluruh jajaran kepolisian wajib mengikuti arahan tersebut. Kalau diabaikan, yang dirugikan itu bukan hanya masyarakat, tapi juga nama baik dan kredibilitas institusi Polri itu sendiri,” sambungnya.

Polri Harus Rendah Hati

Lebih lanjut, menurut Sahroni kasus ini menunjukkan bahwa masyarakat akan selalu mencari institusi yang bisa memberi solusi konkret dan cepat.

Dalam hal ini, Damkar justru tampil sebagai penyelamat.

“Kita harus jujur melihat realitasnya. Ketika dibutuhkan, Damkar hadir dengan cepat, tanggap, dan empatik. Ini pelajaran penting. Polri harus dengan rendah hati mengamati dan mencontoh hal-hal baik yang dilakukan teman-teman Damkar, khususnya dalam hal respons cepat, humanisme, dan keandalan dalam pelayanan publik. Karena saya ingin kepolisian bisa menjadi tempat pertama dan utama yang dipercaya masyarakat untuk mencari perlindungan,” pungkas Sahroni.

Sumber : Klikfarmas99.id